Cara Menyembunyikan dan Mengunci File/Folder Rahasia di Windows dan Linux

Assalamu’alaikum.

Halo, sob, hari ini saya akan memposting tentang bagaimana cara menyembunyikan sebuah file/folder rahasia dengan mengenkripsinya ke dalam sebuah ‘brankas’. Apakah anda mempunyai file/folder yang gak mau di lihat oleh orang lain, guru, teman bahkan anggota keluarga kamu? Dan, kamu tidak tau bagaimana cara menyembunyikan dan mengamankan nya?

Atau, kamu sudah pernah mencoba beberapa Perangkat Lunak seperti VeraCrypt atau TrueCrypt yang sudah tutup, atau yang berbayar seperti Folder Lock? Tapi, takut boros secara Ruang Harddisk atau Anda tidak bisa menentukan berapa ukuran/kapasitas ‘Brankas’ tersebut secara pasti? Atau, ingin menggunakan Folder Guard, tapi kemahalan?

Tenang, Anda masih bisa merahasiakan file/folder anda tanpa terkendala batas kapasitas dari sebuah brankas ataupun tanpa perlu membayarnya alias gratis, dan juga bebas. Tapi, yang jelas bukan menyembunyikannya dengan menggunakan Command Prompt, yah. Itu merupakan cara menyembunyikan, tapi tidak mengunci yang di sembunyikan.

Lalu, menggunakan apa? Silahkan Anda simak artikel ini :)

Lisensi Artikel:

Artikel ini saya Lisensi kan dengan CC BY-SA 4.0 (Creative Common Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Atau, bahasa Inggrisnya: Attribution-ShareAlike 4.0 International). Artinya, sebelum Anda menggunakan Artikel ini, baik mengcopas nya, atau membuat Artikel Turunan dari ini, untuk tujuan dan keperluan apapun, termasuk untuk kepentingan komersial sekalipun, Anda harus membaca, pelajari dan pahami Lisensi ini terlebih dahulu.

Saya melisensikan nya hanya untuk Artikel (Teks) ini saja, bukan untuk/tidak dengan Media Gambar/Cuplikan Layar yang ada di Artikel ini (Terutama yang di Watermark).

Untuk membaca dan memahami Lisensi nya, silahkan kunjungi Web Page nya di sini.

Terima kasih ^_^

Daftar Isi

Menyembunyikan File/Folder Rahasia

Kali ini, kita akan menyembunyikan File/Folder Rahasia (dan menguncinya) bukan dengan Command Prompt ataupun menggunakan berkas kontainer seperti hal nya Folder Lock, VeraCrypt dan lainnya, dan kita tidak perlu membeli nya sama sekali.

Tapi, menggunakan enkripsi berbasis berkas (file-based encryption) yang di implementasikan sebagai Sistem Berkas Terenkripsi berbasis FUSE (Filesystem in Userspace) yang bisa di mount. Cara kerjanya, ketika kita memindahkan suatu file ke dalam Drive yang sudah kita ‘mount’, maka file/folder tersebut akan terenkripsi.

Sama seperti cara kerja enkripsi file/folder dengan proses kontainerisasi (atau bisa disebut ‘Brankas’/’Vault’) macam VeraCrypt atau Folder Lock. Tapi, disini kita tidak akan membuat sebuah berkas kontainer/brankas untuk mengenkripsi/menyembunyikan file/folder rahasia, melainkan cuma bermodal sebuah Folder saja yang akan bisa dimount ke dalam sebuah Drive.

Kira-kira, cara kerjanya seperti pada Video di bawah ini: (Yang di sebelah kiri pada video itu merupakan file yang tidak terenkripsi atau folder Rahasia yang di mount dan di dekripsi dari Rahasia-terenkripsi, sedangkan yang sebelah kanan merupakan file yang sudah di enkripsi)

Dan, di bawah ini merupakan versi Windows nya:

Jadi, kamu tidak perlu lagi membuat berkas kontainer yang terbatas kapasitas nya untuk menampung file/folder. Dan, kamu tidak perlu lagi menentukan kapasitas nya yang belum tentu bisa di skalakan. Anda tinggal membuat nya saja, tentukan enkripsi nya, dan Voila! Langsung jadi !

Tapi, tentu saja dengan menggunakan Sistem Berkas atau File System yang berbeda daripada Umumnya. Biasanya, ketika Anda membuat berkas kontainer/berkas menggunakan Folder Lock atau VeraCrypt, Sistem Berkas yang di gunakan untuk menyimpan File & Folder ke dalam nya yakni FAT32 atau NTFS.

Namun, kali ini beda, dan tidak menggunakan Sistem Berkas itu, melainkan menggunakan Sistem Berkas Terenkripsi berbasis FUSE.

Apa itu Sistem Berkas Terenkripsi berbasis FUSE?

Sistem Berkas Terenkripsi berbasis FUSE (bahasa Inggris: Encrypted File System for FUSE atau bisa di sebut Encrypted File System saja) merupakan Sistem Berkas yang di buat oleh pengguna sistem, dan bukan Sistem Berkas bawaan dari Sistem nya (karena berbasis FUSE), serta sudah di desain sedemikian rupa untuk penggunaan enkripsi data.

Karena Sistem Berkas tersebut berbasis FUSE yang mana itu di buat oleh pengguna Sistem, bukan bawaan dari Sistem nya, maka Anda perlu menginstall nya secara manual oleh Anda di dalam Komputer/Laptop Anda.

Contoh Sistem Berkas Terkenkripsi atau Encrypted File System adalah EncFS, GoCryptFS, SecureFS, CryFS, dan EcryptFS. Tapi, mereka tidak menyediakan versi GUI nya secara langsung.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa membuatnya? Kita perlu perangkat lunak nya untuk itu, apa saja perangkat lunak nya. Simak perangkat lunak nya di bawah ini:

Catatan, Peringatan dan Sanggahan

Tutorial ini akan sangat rumit, karena selain meng-install Perangkat Lunak GUI nya, Anda akan menginstall Perangkat Lunak Sistem Berkas nya juga, yang mana, caranya akan sangat rumit. Karena instalasi nya dengan mem build dan compile dari Kode Sumber nya secara langsung. Hal ini hanya berlaku untuk Pengguna GNU/Linux, meskipun macOS harus compile, tapi setidaknya sudah menjadi lebih mudah.

Selain itu, Artikel ini akan menjadi sangat panjang dan banyak sekali yang akan di bahas nanti nya.

Jika Anda ingin langsung pada intinya. Gini cara mengikuti nya:

1. Jika Anda menggunakan GNU/Linux pada Komputer Anda (terutama Debian, Ubuntu dan turunannya), maka Anda perlu menginstall SiriKali, SecureFS dan/atau GoCryptFS, serta mengikuti cara menggunakan nya saja, abaikan cppcryptfs.

2. Jika Anda menggunakan Windows saja, mungkin Anda bisa langsung menggunakan cppcryptfs, serta mengetahui caranya saja, skip saja lain nya.

3. Jika Anda lakukan Dualboot Windows dan GNU/Linux, Anda perlu menginstall SiriKali, SecureFS dan/atau GoCryptFS, setelah itu, gunakan cppcryptfs pada Windows. Itu kalo Anda mau data yang Anda enkripsi bisa di akses di dalam kedua Sistem Operasi yang kamu gunakan. Selebihnya, terserah kamu.

4. Jika Anda menggunakan macOS, silahkan klik disini.

Yang jelas, hampir semua cara disini bukan untuk orang yang benar-benar awam, terutama untuk pengguna GNU/Linux. Kecuali untuk pengguna Windows yang mungkin bisa menggunakan cppcryptfs secara langsung dengan cukup mudah.

Oh, iya, jika Anda mengikuti tutorial ini, segala kesalahan yang timbul karena Anda sendiri, seperti Data mendadak rusak setelah di enkripsi, hilang, terjadi error, dsb, itu bukanlah tanggung jawab saya. Jadi, segala resiko Anda terhadap Data Anda setelah mengikuti semua cara ini, silahkan Anda tanggung sendiri.

Saya menggunakan cara ini, dan sejauh ini Data saya yang berada di dalam folder kontainer tersebut aman, tidak mengalami kerusakan apapun di dalam nya, dan saya tidak mengalami kejadian yang aneh.

Meskipun ini sebenarnya tidak akan menghilangkan/merusak data Anda atau kemungkinan nya sangat kecil, harap Anda mempertimbangkannya kembali.

Terima kasih ^_^

I. SiriKali

SiriKali merupakan salah satu Perangkat Lunak Front-end yang mengelola/mengatur Folder ‘Brankas’ yang memiliki Sistem Berkas seperti EncFS, GoCryptFS, SecureFS, CryFS, dan EcryptFS. Perangkat Lunak ini tidak berdiri sendiri. Jadi, anda harus memasang/menginstall Sistem Berkas nya terlebih dahulu, seperti yang saya sebutkan tadi.

Ini artinya, SiriKali hanya GUI perantara nya saja, sedangkan File System untuk membuat Brankas nya tetap perlu di pasang/install. Jika tidak, maka SiriKali tidak bisa digunakan.

Ini merupakan Cuplikan Layar SiriKali, dan ada 1 Brankas yang terbuka. Saya gunakan KDE neon, bukan Windows 10.

A. Ketersediaan Fitur SiriKali pada Platform

SiriKali memang bisa di jalankan pada Platform Windows, Distro GNU/Linux, dan macOS. Tapi, perbedaan dari ketiga Platform tersebut adalah Sistem Berkas yang di gunakan dan yang di dukung, berikut perbedaan nya:

GNU/Linux

Pada Platform GNU/Linux, SiriKali mendukung semua Sistem Berkas/File System yang Ada pada SiriKali seperti: EncFS, GoCryptFS, SecureFS, CryFS, SshFS, dan EcryptFS.

Artinya, SiriKali bisa membuka, mengelola atau membuat Folder Brankas semua File System yang ada, selama File System tersebut terinstall di dalam Sistem GNU/Linux.

Windows

Pada Platform Sistem Operasi Windows, SiriKali hanya mendukung 3 Sistem Berkas/File System saja, yakni: SecureFS, EncFS dan SshFS. Karena hanya perangkat lunak itu yang bisa di jalankan secara Native di Windows (dan tentunya, itu merupakan versi CLI nya, bukan hanya GUI saja tanpa CLI).

Ini artinya, SiriKali pada Platform Windows hanya bisa membuka, mengelola atau membuat Folder Brankas dengan File System: berbasis SecureFS, EncFS, dan SshFS saja.

macOS

Pada Platform Sistem Operasi macOS, SiriKali hanya mendukung 4 Sistem Berkas/File System saja, yakni: SecureFS, EncFS, SshFS dan GoCryptFS.

Ini artinya, SiriKali pada Platform macOS hanya bisa membuka, mengelola atau membuat Folder Brankas dengan 4 File System itu saja.

Perihal untuk Pengguna macOS

Karena saya tidak mempunyai dan menggunakan komputer/laptop dari Apple, yakni Mac yang menggunakan macOS. Jadi, apa yang saya paparkan disini untuk pengguna macOS mungkin banyak yang salah. Kalau itu, mungkin Anda sebagai Pengguna macOS bisa memberikan kritik dan saran melalui kolom komentar.

Bukan hanya itu, jika anda mempunyai masalah setelah mengikuti ini dan menanyakannya di kolom komentar, maka mungkin saya tidak bisa memberikan solusi alias tidak saya jawab pertanyaan Anda.

Terima kasih ^_^

Setelah kita tahu tentang ketersediaan fitur di dalam SiriKali yang berbeda Platform, sekarang kita langsung mendownload lalu menginstallnya.

B. Download dan Install SiriKali

Bagian ini akan membahas cara Download dan Install SiriKali di berbeda Platform. Karena Platform nya berbeda, maka cara Instalasi nya pun juga pasti berbeda pula. Berikut di bawah ini cara Download dan Install SiriKali di berbeda Platform.

Pengguna Windows

Untuk pengguna Windows, silahkan kunjungi situs web resminya. Scroll kebawah, nanti disitu ada link download yang berteks “SiriKali-setup.exe” (tanpa kutip).

Kalo ada, download lah, lalu Install dengan mengikuti petunjuknya.

Pengguna GNU/Linux

Untuk pengguna GNU/Linux, anda bisa menambahkan langsung repository nya, terutama untuk pengguna GNU/Linux dengan basis Debian, Ubuntu, Fedora dan OpenSUSE. Klik disini untuk mengetahui caranya secara langsung. Pilih Distribusi/Basis Distribusi yang Anda gunakan, lalu ikutilah petunjuknya.

Disitu juga tersedia berkas Paket nya (dalam bentuk .DEB atau .RPM) yang bisa langsung anda install. Untuk pengguna ArchLinux (atau Turunannya), paket AUR telah tersedia disana, karena saya tidak menggunakan ArchLinux (beserta turunannya seperti Manjaro). Jadi, kamu harusnya tau apa yang akan kamu lakukan :)

Pengguna macOS

Untuk pengguna macOS, anda harus meng-compile atau mem-build nya dari Source Code, klik disini untuk caranya. Meski menggunakan Bahasa Inggris, namun tutorial nya mudah di pahami, bahkan ini bisa langsung jadi tanpa harus pusing-pusing berurusan dengan Perangkat Lunak Sistem Berkas nya terlebih dahulu.

Jadi, jika Anda mengikuti cara tersebut, maka (harusnya) SiriKali sudah siap di gunakan secara langsung :)

C. Akhir kata

Seperti yang saya jelaskan di awal, SiriKali merupakan Perangkat Lunak yang tidak berdiri sendiri. Jadi, SiriKali sangat membutuhkan Sistem Berkas/File System tambahan (atau Perangkat Lunak “Backend”) agar dapat di gunakan sebagaimana semestinya.

Mirip seperti HTML dan CSS, yang sampai kapanpun konten nya tidak bisa anda dinamiskan, kecuali jika menggunakan bantuan dari Bahasa Pemrograman Web seperti JS, PHP, dan bahasa Pemrograman lainnya.

Saya akan membahas cara mendownload dan meng-install beberapa Perangkat Lunak ‘Backend’ agar SiriKali bisa di gunakan. Perangkat Lunak ‘Backend’ yang saya bahas untuk di Instal adalah SecureFS dan GoCryptFS saja, karena mereka berdua ini bisa berjalan pada Platform yang berbeda.

Perihal sebelum menginstall Perangkat Lunak Sistem Berkas

Seperti yang Anda ketahui sebelumnya, bahwa Nanti cara menginstall nya adalah dengan build dan compile langsung dari Kode Sumber (Source Code) nya. Dan, seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa tutorial di bawah ini mungkin tidak cocok untuk orang yang benar-benar awam.

Untuk mengikuti tutorial di bawah ini, maka Anda perlu pengalaman untuk mencompile setidaknya 1 Aplikasi pada Sistem GNU/Linux Anda. Kalaupun mau mencoba, saya tidak melarangnya.

Tapi, kalau Anda mau, Anda juga tidak perlu menginstall kedua nya secara sekaligus, Anda bisa install salah satu nya (SecureFS atau GoCryptFS). Jika Anda ingin menginstall semua nya, maka tidak masalah.

Di bawah ini merupakan cara Instalasi Beberapa Perangkat Lunak Sistem Berkas nya:


II. SecureFS (Paling disarankan)

SecureFS merupakan Sistem Berkas (File System) yang bukan bawaan Sistem Operasi dan juga di buat oleh seorang pengguna sistem dan bukan bawaan sistem itu sendiri (berbasis FUSE), yang bisa di gunakan untuk mengenkripsi data di dalam sebuah Folder Kontainer yang menggunakan Sistem Berkas ini.

Selain mendukung dan bisa di jalankan di dalam GNU/Linux, Sistem Berkas ini bisa di jalankan pada Windows juga. Berikut cara Instalasi nya.

A. Pada GNU/Linux (Khususnya: Debian dan Turunan nya)

SecureFS bisa Anda install di dalam Sistem GNU/Linux. Namun, instalasi nya dengan cara mem-build dan men-compile dari sumber kode nya. Pada tutorial kali ini, karena saya menggunakan KDE neon, maka saya akan menjelaskan nya untuk Pengguna Distribusi Debian, Ubuntu, Linux Mint dan Turunannya, saya yakin ketiga Distro tersebut sangat populer di gunakan di Indonesia.

Di sini nanti ada 2 Metode untuk melakukan Build dan Compile nya, yakni kita bisa men-compile Versi Beta dan Versi Stabil dari SecureFS nya, harap pilih salah satu nya. Berikut di bawah ini caranya:

Metode 1 : Build dan Compile dari Repo Github nya Langsung (Tidak direkomendasikan, versi Beta)

Di bawah ini adalah cara meng-compile SecureFS dengan mengambil Sumber Kode langsung dari Repo Github nya. Tapi, dengan resiko bahwa SecureFS yang anda dapatkan ini tidak stabil.

Kenapa? Karena Anda mengambil nya secara langsung dari Repo Github nya, yang kodenya akan berubah setiap saat, jadi kemungkinan akan mengandung sejumlah Bug atau masalah lain, seperti kompatibilitas.

Berikut di bawah ini cara instalasi nya. (Harap copy paste satu-per-satu, yah):

1. Menambahkan Repo PPA untuk Git (Untuk Pengguna Ubuntu dan Turunannya, Opsional)

Menambahkan Repo PPA ini agar Git mendapatkan versi terbaru, khususnya untuk pengguna Distribusi Ubuntu dan Turunannya bisa melakukan hal itu. Ini tidak wajib, namun kalau Anda mau. Bisa kamu ikuti berikut perintah nya:

$ sudo add-apt-repository ppa:git-core/ppa

Jika Anda tidak bisa melakukan perintah di atas, karena perintah add-apt-repository di anggap tidak ada. Maka, Anda perlu menginstall software-properties-common di dalam Sistem Ubuntu Anda, dengan melakukan perintah sudo -- sh -c 'apt update; apt install software-properties-common'. Lalu, silahkan coba lagi.

Sekali lagi, ini tidak wajib.

2. Cara Install SecureFS

Berikut di bawah ini merupakan Cara Install nya (bagi pengguna Ubuntu atau Turunannya)

$ sudo -- sh -c 'apt update; apt install fuse libfuse-dev make cmake git'
$ git clone https://github.com/netheril96/securefs.git securefs
$ cd securefs
$ mkdir cmake; cd $_
$ cmake ..
$ make
$ sudo make install

Jika sudah berhasil terinstall, maka abaikan saja Metode 2, kecuali jika kamu ingin menggantikannya menjadi versi ‘stabil’ atau menggunakan versi SecureFS yang pernah di rilis.

Metode 2 : Build dan Compile dari Versi SecureFS yang dirilis (Direkomendasikan, Versi Stabil)

Di bawah ini adalah cara meng-compile SecureFS dengan mengambil Sumber Kode dari Versi SecureFS yang di rilis melalui Github nya.

Metode ini akan menggunakan Versi SecureFS yang dirilis, jadi bisa di pastikan ini akan Stabil, meski tidak akan menjamin bahwa sepenuhnya Bebas dari Bug. Setidaknya, ini cocok di gunakan, terlebih jika Anda ingin menggunakannya sehari-hari.

Sampai artikel ini di terbitkan, SecureFS baru mencapai versi 0.8.3. Maka, perintah instalasi nya berikut di bawah ini:

$ sudo -- sh -c 'apt update; apt install fuse libfuse-dev make cmake unzip'
$ wget -O securefs-0.8.3.zip https://github.com/netheril96/securefs/archive/0.8.3.zip
$ unzip securefs-0.8.3.zip
$ cd securefs-0.8.3
$ mkdir cmake; cd $_
$ cmake ..
$ make
$ sudo make install

Ganti 0.8.3 di dalam baris kedua, ketiga dan keempat menjadi versi SecureFS lainnya yang pernah di rilis, atau bisa dengan Versi Terbaru nya. Kalau Anda ingin melihat versi terbarunya, silahkan kunjungi Halaman Perilisannya, dan hoverkan kursor pada “Source Code (zip)” untuk melihat URL nya, klik kanan, lalu Salin URL nya.

Nah, itulah cara instalasi SecureFS pada GNU/Linux (dalam hal ini, Ubuntu dan Turunannya). Coba lakukan perintah securefs version di dalam Terminal GNU/Linux Anda, jika SecureFS berhasil terinstall, harusnya perintah tersebut bisa di eksekusi.

Metode 3 : Install dari AUR (Arch User Repository) (Khusus Pengguna Arch Linux dan Turunan nya)

SecureFS telah tersedia di AUR (Arch User Repository), sehingga pengguna Distro Arch Linux dan Turunan nya seperti Manjaro bisa menginstall nya tanpa harus melewati langkah yang sangat rumit.

Namun, mengingat Paket di AUR sendiri di kelola oleh para pengguna, sehingga segala resiko yang timbul, siap-siap kamu tanggung sendiri.

Note: Saya disini tidak menggunakan Arch Linux dan Turunan nya seperti Manjaro, mungkin tidak semua cara di bawah ini benar bagi Anda. Periksa terlebih dahulu kode berikut untuk memastikan bahwa Anda yakin kalau perintah di bawah ini adalah benar atau salah, dan jangan langsung percaya terlebih dahulu terhadap cara di bawah ini. Jika tidak, resiko Anda tanggung sendiri, toh, sudah saya peringatkan. Kalau ada yang salah, tolong segera komentar/koreksi.

Ok, tanpa basa-basi, langsung saja berikut di bawah ini caranya

Berikut cara installnya:

$ git clone https://aur.archlinux.org/securefs.git; cd securefs
$ less PKGBUILD #Untuk memastikan bahwa Package tersebut benar-benar SecureFS
$ makepkg -si

Setelah itu, ikuti saja petunjuk nya, dan selesai. SecureFS seharusnya sudah terinstall dengan baik.

Cara di atas memang adalah cara manual. Kalau kamu lebih suka memanfaatkan AUR Helper seperti “Yay”, mungkin bisa install nya bisa dengan sudo yay -S securefs. Atau, gunakan “Pamac” jika kamu lebih suka pake GUI. Yah, semua itu terserah kamu saja.

Uji coba setelah Instalasi

Untuk menguji cobanya, silahkan ketik perintah berikut pada Terminal GNU/Linux Anda:

$ securefs

Perintah tersebut akan menampilkan parameter-parameter yang bisa di gunakan nanti nya.

Atau, ketik perintah berikut:

$ securefs v

Perintah tersebut akan menampilkan versi SecureFS yang kita gunakan, serta melihat informasi tentang fitur Hardware untuk Enkripsi.

Jika perintah di atas bisa di jalankan, maka SecureFS berhasil terinstall. Sebaliknya, jika tidak, maka SecureFS tidak terinstall dengan baik.

B. Pada Windows

Anda juga bisa menginstall nya dengan cukup mudah di Windows, tanpa perlu melakukan Compile terlebih dahulu. Berikut langkah-langkah nya:

  1. Download dan Install terlebih dahulu Microsoft Visual C++ 2017 Redistributable nya. Silahkan kunjungi Halaman Support Microsoft untuk mendownloadnya. (Pokoknya ikut yang ada di sini)
  2. Lalu, Download dan Install WinFSP nya. Silahkan kunjungi Halaman Perilisan nya untuk mendownload nya. (Pokoknya ikut yang ada di sini)
  3. Setelah di Install semua nya, Anda bisa mendownload SecureFS lewat Halaman Perilisan nya, lalu Anda akan melihat link yang bertuliskan securefs-win.7z, dan Download File tersebut.
  4. Buatlah Folder tersebut untuk menampung file SecureFS yang akan di ekstrak nantinya.
  5. Lalu, ekstrak file nya ke dalam folder yang baru di buat tersebut.

Setelah meng-ekstrak nya, kini kita tinggal memasangnya ke SiriKali saja, agar SecureFS ini bisa di gunakan. Dan, Anda bisa menyembunyikan serta meng-enkripsi data Anda. Berikut caranya:

Buka terlebih dahulu SiriKali nya, lalu:

  1. Klik pada Button “Menu”
  2. Lalu, klik pada “Settings”
  3. Pilih tab “Editable Options”.
  4. Pada bagian “Set Executables Search Path” isikan dengan lokasi dimana file .exe dari SecureFS yang kamu ekstrak tadi, saya mengisinya dengan D:/Software/SecureFS/bin/win64/Release karena disitu letak file .exe nya. Manfaatkan fitur “Browse” yang berikon Folder untuk menjelajahi nya. Awas, jangan sampai salah.
  5. Setelah semua nya selesai, klik pada Button “Close”.
  6. Tutup Aplikasi SiriKali (sekalian Tray Icon nya juga), dan Buka lagi SiriKali nya. Harusnya, SecureFS sudah muncul dalam pilihan Sistem Berkas saat klik Button “Create Volume”, seperti cuplikan layar di bawah ini:
SiriKali di Windows 10 setelah di pasang SecureFS

Nah, itulah cara menginstall SecureFS di dua Sistem Operasi yang berbeda (GNU/Linux atau Ubuntu dan Windows). Tinggal GoCryptFS yang di install, kalo kamu mau, sih.


III. GoCryptFS (GNU/Linux)

GoCryptFS merupakan salah satu Sistem Berkas Terenkripsi berbasis FUSE yang bertujuan sama dengan SecureFS, yakni mengenkripsi data di dalam Folder Brankas yang di buat menggunakan Sistem Berkas ini.

Hanya saja, GoCryptFS ini memiliki metode yang berbeda dalam enkripsi nya, dan cipher yang di gunakan nya. Selain itu, GoCryptFS ini di buat dalam bahasa Pemrograman ‘Go’, daripada Sistem Berkas lain nya yang cenderung di buat dengan C++, bahkan ada yang Java.

Selain bisa di jalankan pada Sistem GNU/Linux, GoCryptFS ini juga bisa di jalankan Sistem Operasi Windows, tapi dengan Perangkat Lunak yang berbeda. Jadi, cara instalasi yang di bahas disini untuk Sistem GNU/Linux saja. Berikut di bawah ini merupakan cara instalasi nya.

Metode 1 : Build dan Compile dari Repo Github nya Langsung (Tidak disarankan, versi Bleeding-edge/Tidak Stabil)

Di bawah ini adalah cara meng-compile GoCryptFS dengan mengambil Sumber Kode langsung dari Repo Github nya. Tapi, dengan resiko bahwa GoCryptFS yang Anda dapatkan ini tidak stabil.

Kenapa? Karena Anda mengambil nya secara langsung dari Repo Github nya, yang kodenya akan berubah setiap saat, jadi kemungkinan akan mengandung sejumlah Bug atau masalah lain, seperti kompatibilitas dan isu lain nya.

Berikut di bawah ini cara instalasi nya. (Harap copy paste satu-per-satu, yah):

$ sudo -- sh -c 'apt update; apt install git golang libssl-dev'
$ go get -d github.com/rfjakob/gocryptfs
$ cd $(go env GOPATH)/src/github.com/rfjakob/gocryptfs
$ ./build.bash
$ ./test.bash #Untuk mengujinya
$ sudo ln -sf $(go env GOPATH)/bin/gocryptfs /usr/bin/gocryptfs

Metode 2 : Build dan Compile dari Versi GoCryptFS yang dirilis (Direkomendasikan, Versi Stabil)

Di bawah ini merupakan cara menginstall GoCryptFS, dengan cara meng-compile dan build dari Source Code GoCryptFS yang sudah di rilis. Bisa di pastikan bahwa ini merupakan versi Stabil nya, karena sudah di rilis.

Namun, proses nya akan menjadi panjang, dan banyak. Pastikan Anda berada pada Folder Home (~) saat membuka Terminal dan masih menggunakan Username kamu, jangan kemana-mana dan jangan alihkan hak aksesnya ke root (dengan sudo su, sudo -i, sudo -s, dll).

Oh, iya, sampai artikel ini diterbitkan, GoCryptFS mencapai versi 1.7. Maka, berikut di bawah ini adalah cara install nya:

$ sudo -- sh -c 'apt update; apt install golang libssl-dev'
$ wget https://github.com/rfjakob/gocryptfs/releases/download/v1.7/gocryptfs_v1.7_src-deps.tar.gz
$ tar -xvzf gocryptfs_v1.7_src-deps.tar.gz
$ mkdir -p $GOPATH/src/github.com/rfjakob/gocryptfs
$ mv ~/gocryptfs_v1.7_src-deps/* $GOPATH/src/github.com/rfjakob/gocryptfs
$ rm -rf gocryptfs_v1.7_src-deps
$ cd $(go env GOPATH)/src/github.com/rfjakob/gocryptfs
$ ./build.bash
$ ./test.bash #Untuk menguji nya
$ chmod +x gocryptfs
$ sudo ln -sf $(go env GOPATH)/src/github.com/rfjakob/gocryptfs/gocryptfs /usr/bin/gocryptfs

Anda bisa gantikan 1.7 yang berada pada baris yang saya tandai itu dengan versi GoCryptFS yang di rilis. Untuk melihat versinya, bisa Anda lihat di dalam Halaman Perilisan nya. Jika Anda menggantikan nya dengan 1.6.1 atau di bawah, sudah di pastikan bahwa caranya akan berbeda.

Metode 3 : Install dari Repository Distro (Paling mudah dan Stabil. Khusus Debian 9+, Ubuntu 18.04+, Arch Linux dan Turunannya)

Ada cara termudah untuk menginstall GoCryptFS pada GNU/Linux, terutama untuk pengguna Debian, Ubuntu, Arch Linux dan Turunan nya. Hanya saja, ini menggunakan versi lama (Khususnya jika Anda menggunakan Debian, Ubuntu dan Turunan nya), meskipun stabil dan sudah di uji.

Berikut di bawah ini adalah cara instalasi nya:

$ sudo -- sh -c 'apt update; apt install gocryptfs'

Atau: (Tanpa update repository)

$ sudo apt install gocryptfs

Atau, untuk pengguna Arch Linux dan Turunan nya:

$ sudo pacman -S gocryptfs

Versi GoCryptFS yang di gunakan nanti nya untuk Ubuntu adalah 1.4.3 (baik LTS atau STS), sedangkan Debian adalah 1.2 sampai 1.6.1 untuk rilis terbaru. Pengguna Arch Linux dan Turunan nya mungkin akan mendapatkan versi terbaru nya.

Untuk melihat versi GoCryptFS yang akan terinstall dengan Repository Standar untuk Debian dan Ubuntu, sebagai berikut:

$ apt-cache policy gocryptfs

Lalu, hasil nya akan menjadi seperti di bawah ini:

$ apt-cache policy gocryptfs
gocryptfs:
  Terpasang: (kosong)
  Kandidat:  1.4.3-5build1
  Tabel versi:
     1.4.3-5build1 500
        500 http://mirror.kakao.com/ubuntu bionic/universe amd64 Packages

Kalo di saya, hasilnya seperti di atas. Maka, GoCryptFS yang bisa saya install yaitu cuma versi 1.4.3 saja. Begitupun juga dengan Anda yang menggunakan Ubuntu.

Metode 4 : Memanfaatkan Berkas Binary (Mudah dan Mendukung semua Distro, tapi minim dukungan OpenSSL dan tidak ada 32-bit)

Anda juga bisa memasang GoCryptFS dengan sangat mudah, tanpa perlu build dan compile dari Source Code nya, dan yang pasti, ini mendukung semua Distribusi GNU/Linux. Hanya saja, penggunaan OpenSSL tidak di dukung disini dan tidak ada 32-bit juga.

Jadi, karena tidak mendukung OpenSSL, maka Enkripsi dan Dekripsi akan lambat, terutama bagi pengguna PC/Laptop dengan Prosesor yang tidak mendukung Instruksi AES-NI atau tidak memiliki fitur Hardware AES Acceleration.

Jika Kecepatan Enkripsi dan Dekripsi saja lambat, maka secara otomatis hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja Sistem Berkas, terutama saat memasukkan (menyalinkan/memindahkan) file/folder ke dalam Brankas, ataupun dari dalam Brankas dengan GoCryptFS sebagai Sistem Berkas nya.

Maka dari itu, sebelum memulai instalasi dengan metode ini, adakalanya untuk memastikan bahwa Prosesor Anda mendukung Instruksi AES-NI. Berikut di bawah ini adalah perintah nya:

$ grep aes /proc/cpuinfo

Atau:

$ cat /proc/cpuinfo | grep aes

Atau:

$ grep -m1 -o aes /proc/cpuinfo

Jika tidak muncul apa-apa, maka berarti Prosesor yang Anda gunakan itu tidak mendukung Instruksi AES-NI, maka sebaiknya jangan gunakan metode ini. Tapi, kalau sebaliknya, maka bisa Anda gunakan metode ini untuk menginstall GoCryptFS.

Berikut adalah cara Instalasi GoCryptFS dengan memanfaatkan Berkas Binary:

$ mkdir gocryptfs_tmp; cd $_
$ wget https://github.com/rfjakob/gocryptfs/releases/download/v1.7/gocryptfs_v1.7_linux-static_amd64.tar.gz
$ tar -xvzf gocryptfs_v1.7_linux-static_amd64.tar.gz
$ sudo cp gocryptfs gocryptfs.1 /usr/bin/
$ cd ..; rm -rf gocryptfs_tmp

Anda bisa gantikan 1.7 yang berada pada baris yang saya tandai itu dengan versi GoCryptFS yang di rilis. Untuk melihat versinya, bisa Anda lihat di dalam Halaman Perilisan nya. Jika Anda menggantikan nya dengan 1.6.1 atau di bawah, mungkin caranya akan berbeda. Maka, sebaiknya, gunakan saja versi terbaru.

Uji coba setelah Instalasi

Anda bisa menguji GoCryptFS nya jika sudah terinstall. Untuk menguji coba nya, silahkan gunakan perintah pada Terminal GNU/Linux berikut:

$ gocryptfs

Perintah diatas akan menampilkan parameter-parameter yang bisa di gunakan nanti nya.

Atau, kamu bisa eksekusi perintah berikut:

$ gocryptfs -version

Perintah diatas untuk menampilkan versi dari GoCryptFS yang terinstall. Tidak seperti SecureFS, GoCryptFS cenderung tidak menampilkan informasi Fitur dari Perangkat Keras yang di gunakan.

Atau, perintah berikut:

$ gocryptfs -speed

Perintah di atas berguna untuk benchmarking terhadap kecepatan enkripsi dengan Cipher yang berbeda pada komputer Anda. Artinya, ini menguji seberapa cepat nya Enkripsi dilakukan di dalam Komputer Anda.

Jika perintah di atas bisa di jalankan, maka GoCryptFS berhasil terinstall. Sebaliknya, jika tidak, maka GoCryptFS tidak terinstall dengan baik.


IV. cppcryptfs (Khusus untuk Windows)

Asal dari nama cppcryptfs ini adalah dari kata cpp yang merupakan sebutan lain dari Bahasa Pemrograman C++, karena program tersebut di buat dengan bahasa pemrograman C++, sedangkan cryptfs berasal dari GoCryptFS,  maksudnya, aplikasi ini merupakan Implementasi dari Sistem Berkas GoCryptFS.

Jadi, cppcryptfs merupakan Perangkat Lunak Implementasi dari Sistem Berkas GoCryptFS, yang di buat dalam bahasa pemrograman C++. Karena di buat dengan bahasa itulah, sehingga Aplikasi tersebut bisa berjalan secara native di Sistem Operasi Windows. Dan, bisa di bilang bahwa cppcryptfs ini merupakan ‘plesetan’ dari GoCryptFS.

Meskipun begitu, cppcryptfs ini mengikuti desain keamanan dari GoCryptFS. Jadi, aplikasi ini memiliki fitur dan fungsi yang sama dengan GoCryptFS yang saya bahas sebelumnya, namun aplikasi ini hanya untuk Windows saja.

Selain itu, cppcryptfs ini bisa melakukan beberapa hal yang di lakukan oleh SiriKali, yaitu mounting Volume Drive/membuka brankas, membuat brankas, dll. Dan, selama Anda menggunakan cppcryptfs, Anda tidak perlu menginstall GoCryptFS lagi, karena memang aplikasi ini adalah implementasi dari GoCryptFS, namun dengan bahasa pemrograman yang berbeda.

Ini Artinya, Anda dapat langsung menggunakan nya dan menyembunyikan file yang ingin Anda sembunyikan, jika Runtime yang diperlukan sudah terinstall.

Cuplikan Layar:

Cuplikan layar Aplikasi cppcryptfs.

A. Download dan Install Aplikasi Prasyarat (Prerequisites)

Sebelum Anda mendownload cppcryptfs, Anda harus mendownload dan menginstall aplikasi prasyaratnya nya terlebih dahulu.

Aplikasi Prasyarat nya adalah Dokany. Gak biasa, yah? Ok, Dokany merupakan sebuah Aplikasi yang membantu Anda untuk membuat Sistem Berkas (File System) berbasiskan FUSE (Filesystem in Userspace) di dalam Windows. Selain itu, Dokany juga dapat membuka Volume Drive dengan Sistem Berkas yang berbasiskan FUSE.

Karena cppcryptfs ini merupakan implementasi dari GoCryptFS yang merupakan File System yang berbasiskan FUSE, maka secara otomatis, diperlukan Dokany untuk membuka nya. Kalau tidak, Windows tidak akan mengenal File System tersebut selain yang tersedia di dalam Sistem Operasi mereka (seperti NTFS, FAT, FAT32, dan exFAT) saja.

Untuk mendownloadnya, silahkan kunjungi halaman perilisan nya. Pastikan yang di download adalah file DokanSetup_redist.exe nya, jangan yang lain, dan pastikan juga kalau versi nya terbaru dan stabil (bukan versi Beta, Alpha atau Pre-release lain nya).

Setelah di download, Anda bisa langsung menginstallnya seperti biasa. Setelah menginstallnya, Anda harusnya tidak perlu merestart komputer Anda, kecuali jika ada dialog yang menyarankannya atau jika Anda update versi Dokany yang Anda gunakan ke versi terbaru.

B. Download cppcryptfs

Setelah selesai mendownload dan menginstall Dokany, Anda sekarang bisa mendownload cppcryptfs.

Kunjungi halaman perilisan cppcryptfs untuk mendownload nya. Pastikan untuk menyesuaikan nya dengan Arsitektur Sistem yang Anda gunakan pada Windows. Jika Anda menggunakan 64-bit, downloadlah yang cppcryptfs.exe, sedangkan jika Anda menggunakan 32-bit, maka downloadlah yang cppcryptfs32.exe

Setelah di download, bukalah file tersebut. Jika file sudah berhasil di buka, maka tampilannya akan menjadi seperti pada Screenshot di atas.

Untuk cara menggunakan nya, silahkan Anda baca di bagian berikut nya :)


V. Cara Menggunakan nya

A. SiriKali (GNU/Linux)

Sebelum menggunakan nya, harap buka terlebih dahulu SiriKali pada Sistem GNU/Linux yang Anda gunakan, bisa lewat App Launcher atau lewat Desktop. Berikut di bawah ini yang merupakan hal yang bisa di lakukan oleh SiriKali.

Cara mengikuti langkahnya adalah dengan melihat gambar nya, disitu terdapat panah dengan angka. Angka tersebut merupakan Nomor Langkahnya, sedangkan Panahnya merupakan yang di tunjuk oleh Poin/Langkah tersebut, sampai sini paham? Oke kalau paham, langsung saja.

1. Membuat Brankas/Kontainer File dan Folder Rahasia

Untuk membuat brankas File dan Folder Rahasia di SiriKali cukup mudah. Berikut ini caranya:

  1. Klik pada Button “Create Volume”
  2. Pilih File System yang nanti akan di gunakan, di tutorial ini, saya gunakan SecureFS sebagai FIle System nya.
    Cara Mengunci File Rahasia dengan Sirikali
  3. Ketik nama Volume/Brankas nya, saya gunakan nama “Test-securefs”.
  4. Tentukan lokasi Volume/Brankas nya, saya akan gunakan /home/farrel/Test-securefs sebagai lokasi Brankas nya.
  5. Tentukan cara membuka brankas nya, Pilihlah “Key” jika ingin menggunakan Password/Kata Sandi untuk membuka brankasnya.
  6. Masukkan Kata Sandi yang baru (Hati-hati, agar tidak salah ketik Kata Sandi, karena disitu tidak ada konfirmasi kata sandi). Ada centang di sebelah kanan nya, agar bisa menampilkan Kata Sandi dalam bentuk teks.
  7. Klik pada “Options” untuk menuju ke Opsi atau Pengaturan File System nya nanti. Kalau tidak, bisa di skip langkah ini, langsung menuju langkah ke-8, karena akan di bahas di bagian terpisah.
  8. Setelah semuanya selesai, klik Button “Create”.

Setelah selesai di Buat, tampilan SiriKali masih terlihat “kosong”, hal ini wajar, karena nanti yang di tampilkan disitu adalah yang sudah di buka brankas nya. Jadi, jika ingin “mengisi” nya, maka Anda perlu membuka Brankas nya terlebih dahulu.

2. Membuka Brankas

Untuk membuka nya lewat SiriKali itu cukup mudah. Berikut di bawah ini caranya:

  1. Klik pada Button “Mount Volume”.
  2. Pilih lokasi Brankas yang Anda buat tadi. Kalau saya lokasi nya berada di /home/farrel/Test-securefs.
    Cara Mengunci Folder dengan Sirikali
  3. Tentukan lokasi Mount (Mount Path) nya nanti, lokasi tersebut akan di gunakan untuk menampilkan, membuka, mengubah, menghapus, dan menambahkan File & Folder ke dalam Brankas. Jangan disamakan dengan Lokasi Brankas nya, gunakan lokasi yang berbeda, pada contoh kali ini, saya gunakan /home/farrel/Test.
  4. Centang opsi tersebut jika ingin file dan folder di dalam nya hanya bisa di baca, tidak bisa di ubah, di tambah dan di hapus. Jika tidak, bisa Anda skip langkah ini.
  5. Pilih metode untuk membuka Brankas yang tadi telah di buat. Karena tadi sudah di buat dengan metode “Key” alias menggunakan Kata Sandi, maka untuk membukanya harus memasukkan kata sandi nya juga.
  6. Masukkan Kata Sandi untuk Brankas dengan Kata Sandi yang Anda buat tadi.
  7. Klik pada Button “Options” kalau mau mengatur Opsi Mount nya. Kalau tida, bisa kamu Skip langkah ini.
  8. Setelah semua nya selesai, klik Button “Open”.
  9. Jika Brankas berhasil di buka, maka SiriKali akan menunjukkan nya dengan menampilkan Brankas yang sudah terbuka di dalam Dialog Utama nya. Untuk melihat nya lewat File Explorer, klik kanan pada brankas tersebut.
  10. Lalu, klik pada “Open Folder”. Maka, secara otomatis, SiriKali akan membukakan Folder Brankas yang telah di mount lewat File Manager default pada Sistem GNU/Linux Anda. Jika sudah berhasil terbuka, maka akan seperti ini:
Screenshot Brankas yang di Mount tadi telah berhasil di buka lewat File Manager. Karena saya gunakan KDE neon, yang mana DE nya KDE Plasma, maka File Manager Default nya adalah “Dolphin”

Well, terlihat kosong, bukan? Memang, karena itu baru di buat. Maka dari itu, tampunglah file dan folder yang ingin Anda sembunyikan ke dalam Folder tersebut, agar bisa terisi, sesuka nya.

Setelah tidak di pakai, Anda harus menutupnya sesegera mungkin agar orang lain tidak melihatnya. Bisa Anda Unmount Folder/Volume yang ingin Anda tutup, namun bukan menggunakan cara yang biasa seperti pada “Umumnya”. Anda harus gunakan cara berikut untuk menutupnya.

3. Menutup Brankas, jika tidak terpakai

Seperti yang saya bahas, bahwa jika Volume tersebut tidak terpakai, maka Anda perlu menutupinya agar orang lain tidak melihatnya.

Sebelum menutup Brankas, pastikan tidak ada satupun aplikasi yang terbuka atau segala proses yang ada di dalam Brankas tersebut. Jadi, Anda harus menutup semua aplikasinya terlebih dahulu, setelah itu Anda bisa menutup Brankas nya.

Berikut di bawah ini caranya: (Di mulai dari menutup salah satu Brankas terlebih dahulu)

Langkah-langkah untuk menutup salah satu Brankas.
  1. Klik kanan pada salah satu Brankas yang ingin Anda tutup.
  2. Lalu, klik “Unmount”.

Atau, Anda juga dapat menutup semua brankas yang terbuka, berikut caranya:

Langkah-langkah untuk menutup semua Brankas dengan SiriKali.
  1. Klik pada Button “Menu”.
  2. Klik salah satu dari kedua yang di tunjukkan oleh Panah, “Unmount All” atau “Unmount All And Quit”. “Unmount All” akan menutup semua Brankas, tanpa menutup Aplikasi SiriKali, sedangkan “Unmount All And Quit” akan menutup semua Brankas, setelah itu, Aplikasi SiriKali juga di tutup secara otomatis.

Selain lewat “Menu”, Anda juga bisa melakukan nya lewat Tray Icon yang ada di Taskbar.

4. Memanfaatkan Pintasan, agar tidak lupa

Pintasan ini akan sangat berguna bagi kamu yang ingin membukanya dengan cepat, tanpa harus memasukkan/menentukan lokasi Mount (Mount Path) dan lokasi Brankas nya lagi, serta kamu tidak perlu capek-capek melakukan settingan terhadap brankas tersebut.

Berikut di bawah ini caranya:

a. Membuat Pintasan

  1. Klik pada Button “Favorites”
  2. Lalu, klik “Manage Favorites”
  3. Tentukan Lokasi Brankas nya, dengan lokasi Brankas yang Anda buat tadi.
  4. Tentukan lokasi Mount (Mount Point Path) nya nanti, lokasi tersebut akan di gunakan untuk menampilkan, membuka, mengubah, menghapus, dan menambahkan File & Folder ke dalam Brankas. Jangan disamakan dengan Lokasi Brankas nya, gunakan lokasi yang berbeda, pada contoh kali ini, saya gunakan /home/farrel/Test.
  5. Tentukan Lokasi berkas Konfigurasi untuk Brankas nya. Bisa Anda kosongkan saja kalau ini, karena berkas konfigurasi tersebut berada di dalam Folder Brankas nya. Nanti akan saya jelaskan lebih lanjut.
  6. Anda bisa menentukan waktu Time Out jika Brankas nya tidak aktif atau tidak ada proses apapun di dalam Brankas nya. Jika melebihi dari yang Anda masukkan, maka Brankas secara otomatis di tutup. Satuan nya dalam detik, bisa Anda kosongkan untuk ini (saya juga mengosongkan nya), dan nanti akan saya jelaskan lebih lanjut.
  7. Anda bisa menentukan Opsi Mount nya, ini merupakan opsi tambahan untuk membuka Brankas Anda. Sebenarnya saya mengosongkan nya, hanya saja, pada gambar saya mengisinya dengan allow_other. Bisa kamu kosongkan saja dulu, dan nanti akan saya jelaskan lebih lanjut mengenai ini.
  8. Centang opsi tersebut kalo kamu mau Brankasnya di buka secara otomatis. Disini, saya tidak mencentangnya, karena saya tidak ingin menggunakan Auto-mount.
  9. Centang opsi tersebut jika Brankas nya tidak memiliki Kata Sandi, atau di buka dengan metode selain Kata Sandi/”Key”. Karena Brankas yang kita pilih itu memiliki Kata Sandi, maka sebaiknya kita tidak mencentangnya
  10. Centang opsi tersebut jika ingin Brankas nya hanya di baca saja. Disini, saya tidak akan mencentangnya.
  11. Centang opsi tersebut jika ingin memanfaatkan “Reverse Mode” pada Brankas. Opsi tersebut berlaku hanya untuk Brankas yang di buat dengan Sistem berkas GoCryptFS dan EncFS, serta Brankas tersebut dibuat dengan opsi “Reverse Mode”.
    Karena Brankas tersebut di buat dengan Sistem Berkas SecureFS, yang mana tidak memiliki fitur “Reverse Mode”, maka sebaiknya jangan di centang.
  12. Setelah selesai dengan semua nya, maka klik pada Button “Add”. Jika sudah berhasil di tambahkan, maka tampilan nya akan seperti di bawah ini:
  13. Jika sudah selesai, klik Button “Done”.

Setelah membuatnya, kini kita tinggal menggunakan nya.

b. Menggunakan Pintasan

  1. Klik pada Button “Favourites”.
  2. Lalu, klik pada salah satu Pintasan yang di buat tadi.
  3. Isikan seluruh Informasi mengenai Brankas yang ingin di buka, seperti biasanya.
  4. Setelah selesai, klik Button “Open”.
c. Mengedit Pintasan
Gambar yang sama dengan bagian “Membuat pintasan”, namun setidaknya ini biar kamu paham.
  1. Klik pada Button “Favorites”
  2. Lalu, klik “Manage Favorites”
  3. Klik kiri pada Pintasan yang ingin di edit. Harap di klik kiri, bukan di klik kanan.
  4. Lalu, klik “Edit”.
  5. Kemudian, isilah/tentukan informasi yang di perlukan untuk Pintasan nya.
  6. Setelah semua nya selesai, klik pada Button “Edit”.
  7. Lalu, klik Button “Done”.
d. Menghapus Pintasan

Sepertinya, bagian ini tidak perlu Cuplikan Layar. Saya asumsikan kamu sudah benar-benar paham mengenai pengelolaan pintasan di dalam SiriKali. Cara menghapus pintasan nya terbilang cukup mudah, yaitu:

  1. Klik Button “Favorites”, lalu klik “Manage Favorites”.
  2. Klik kiri pada Pintasan yang ingin di hapus.
  3. Lalu, pilih “Remove selected entry”.
  4. Jika sudah berhasil terhapus, maka harusnya ada yang hilang 1. Kalo di saya, jadinya kosong.
  5. Setelah semua nya selesai, kamu tinggal klik Button “Done”.

5. Opsi-opsi pada SiriKali

Opsi-opsi ini sering ditemukan baik pada saat membuat ataupun membuka brankas, membuat/mengedit pintasan, dll. Opsi ini mempunyai kegunaan nya masing-masing, berikut adalah opsi-opsi beserta kegunaan nya:

a. Opsi saat membuat Brankas dengan SecureFS

Opsi-opsi di bawah ini berlaku untuk kamu yang sedang membuat brankas dengan Sistem Berkas SecureFS, lalu klik pada Button “Options”, berikut petunjuk dan kegunaan nya:

Beberapa opsi saat membuat Brankas dengan SecureFS.
  1. Disitu nanti ada 2 pilihan, mau “Lite Format” atau “Full Format”. Kedua nya saya jelaskan saja di bagian pertanyaan yang sering di tanya. Saran saya, pilihlah yang “Lite Format” yang merupakan Format Default.
  2. Tentukan letak Folder yang akan di gunakan sebagai letak untuk File Konfigurasi nya. Kalau di kosongkan, maka File Konfigurasinya akan di buat di dalam Folder Brankas nya.
  3. Klik Button “OK” kalo udah selesai.
b. Opsi saat membuat Brankas dengan GoCryptFS

Opsi-opsi di bawah ini berlaku untuk kamu yang sedang membuat brankas dengan Sistem Berkas GoCryptFS, lalu klik pada Button “Options”, berikut petunjuk dan kegunaan nya:

Beberapa opsi saat membuat Brankas dengan GoCryptFS.
  1. Disitu nanti ada dua Cipher yang berbeda, ada AES256-GCM dan AES256-SIV yang merupakan Cipher Baru. Saya sarankan untuk memilih AES256-GCM cipher, karena selain cepat dan populer, cipher tersebut di dukung oleh OpenSSL jika Prosesor Anda tidak memiliki fitur Hardware AES-Acceleration seperti Intel Pentium, Atom atau Celeron.
    Tapi, kalo mau lebih aman, silahkan pilih AES256-SIV sebagai Cipher nya, dengan resiko lambat dalam enkripsi dan dekripsi data nya.
    Default: AES256-GCM
  2. Untuk ini, saya sarankan agar Pilih Opsi “Encrypt File Names”, selain biar nama file nya tidak ketahuan (karena di enkripsi), hal ini agar GoCryptFS bisa menampung File/Folder dengan Nama yang Panjang. Opsi Default: “Encrypt File Names”
  3. Reverse Mode merupakan Fitur dari GoCryptFS yang memungkinkan untuk membalikkan cara kerja Brankas. Untuk lebih lanjutnya, silahkan baca saja pertanyaan di dalam bagian “Pertanyaan yang (mungkin) sering di tanya”. Default: Di Nonaktifkan/Tidak di centang.
  4. Tentukan letak Folder yang akan di gunakan sebagai letak untuk File Konfigurasi nya. Kalau di kosongkan, maka File Konfigurasinya akan di buat di dalam Folder Brankas nya. Default: Kosong.
  5. Klik Button “OK” kalo semua nya sudah selesai.
c. Opsi saat membuka Brankas

Opsi-opsi di bawah ini berlaku untuk kamu yang sedang membuka brankas, lalu klik pada Button “Options” saat itu, berikut petunjuk dan kegunaan nya:

Beberapa opsi saat membuka Brankas.
  1. Nanti disitu kamu set waktu dalam satuan menit untuk menentukan kapan Brankas akan ditutup secara otomatis jika tidak ada aktivitas apapun di dalam Brankas. Kalau di Favorites, itu di sebut “Idle Timeout”.
  2. Tentukan letak File Konfigurasi untuk Brankas nya. Jika di kosongkan, maka secara otomatis, Sistem Berkas akan mencari File tersebut di dalam Folder Berkas nya.
  3. Itu adalah opsi tambahan untuk Mount nya dengan FUSE. Jika Anda tidak tahu tentang Opsi Tambahan FUSE, maka kosongkan saja. Kalau di “Manage Favorites”, itu di sebut “Mount Options”.
  4. Anda bisa Aktifkan Reverse Mode jika Brankas yang Anda buat itu menggunakan fitur Reverse Mode, itu kalo kamu mau.
  5. Klik Button “Set” jika semua nya selesai.

6. Agar Brankas yang terbuka bisa di akses oleh Jaringan Web Lokal (Khusus Pengguna GNU/Linux)

Anda mempunyai sebuah Jaringan, seperti WiFi/Hotspot? Dan, Anda ingin mengakses Brankas yang telah Anda buka itu dapat di akses oleh perangkat Anda lainnya melalui Web?

Sangat bisa sekali untuk melakukan nya, tapi sebelum itu, Anda harus tau bahwa cara ini cukup beresiko, karena di khawatirkan ada orang lain yang mengakses Brankas Anda dengan cara yang lain atau resiko keamanan lainnya.

Jika Anda siap menanggung resikonya, maka berikut ini adalah caranya:

  1. Tutup semua Brankas terlebih dahulu.
  2. Buka Terminal pada Sistem GNU/Linux Anda.
  3. Lalu, ketik sudo nano /etc/fuse.conf untuk mengedit berkas fuse.conf melalui nano.
  4. Hapus tanda pagar # pada user_allow_other, jadilah seperti di bawah ini:
  5. Tekan CTRL+O untuk menyimpan hasilnya, lalu tekan Enter. Setelah itu, tekan CTRL+X untuk keluar dari nano.
  6. Buka Aplikasi SiriKali nya.
  7. Jika Anda ingin membuka Brankasnya, pastikan “Mount Path” atau Lokasi nya berada di dalam Lokasi Web nya atau Lokasi DocumentRoot nya.
  8. Gunakan allow_other sebagai “Mount Options” nya. Anda bisa mengisi opsi tersebut baik pada saat membuka Brankas -> Klik Button “Options”, atau saat mengedit Pintasan. (Lihatlah Poin 5.c Opsi saat membuka Brankas)
  9. Setelah Brankas berhasil di buka, coba koneksikan terlebih dahulu ke dalam Jaringan, dan pastikan bahwa Perangkat Lain terkoneksi ke dalam Jaringan yang sama.
  10. Lalu, coba akses dari perangkat lain melalui Web Browser, dan masukkan Alamat IP Lokal dari Komputer/Laptop Anda beserta Lokasi Brankas yang telah di buka itu ke dalam URL di Web Browser. Jika sudah berhasil, seharusnya Web Browser menampilkan daftar berkas yang ada di dalam Brankas nya.
  11. Selesai dan selamat mencoba !

Itulah trik untuk mengakses Brankas dari Perangkat Lain melalui Web, sedikit tricky memang. Dan, trik ini hanya berlaku untuk pengguna GNU/Linux (atau mungkin bisa untuk macOS?), mungkin tidak berlaku untuk pengguna Windows, sayang sekali memang :(

Bagaimana cara menggunakan nya, terbilang cukup mudah bukan? Ini baru di GNU/Linux, bagaimana dengan di Windows? Mari kita simak berikut :)

B. SiriKali (Windows)

Cara Penggunaan SiriKali di Windows sebenarnya sama dengan SiriKali di GNU/Linux, bahkan gak ada beda nya. Hanya saja, bedanya terletak di Hirearki Lokasi nya saja. Jika di GNU/Linux kita mengenal hirearki lokasi suatu direktori seperti ini /path/to/folder/file, sedangkan di Windows, yah, tau lah, pake D:PathToFolderFile. Atau, di SiriKali menggunakan D:/Path/To/Folder/File. Seperti pada cuplikan layar berikut:

Cuplikan Layar SiriKali di Windows 10.

Jadi, tidak perlu saya tambahkan lagi caranya untuk pengguna Windows, males saya nya, hehe :D

Kalo kamu mau tau cara penggunaan nya, bisa kamu merujuk ke cara Penggunaan SiriKali untuk GNU/Linux, gampang, kok, gak ada yang susah, bedanya cuma di Hirearki Lokasi nya aja malah :)

C. cppcryptfs (Khusus pengguna Windows)

Sebelum menggunakan nya, harap buka terlebih dahulu cppcryptfs nya setelah di download. Aplikasi ini tidak memerlukan instalasi, alias bisa langsung kamu jalankan. Berikut di bawah ini yang merupakan hal yang bisa di lakukan oleh cppcryptfs.

Cara mengikuti langkahnya adalah dengan melihat gambar nya, disitu terdapat panah dengan angka. Angka tersebut merupakan Nomor Langkahnya, sedangkan Panahnya merupakan yang di tunjuk oleh Poin/Langkah tersebut, sampai sini paham? Oke kalau paham, langsung saja.

1. Membuat Brankas

Untuk membuat sebuah Brankas di cppcryptfs, berikut di bawah ini caranya:

Cara Menyembunyikan File dengan cppcryptfs
Langkah-langkah untuk membuat Brankas di cppcryptfs.
  1. Pilih lokasi folder kosong yang kemudian akan menyimpan file & folder terenkripsi (seperti video cara kerja di awal artikel). Contoh pada Tutorial ini, akan menggunakan H:Test-cppcryptfs. Sedangkan, “Config file” kosongkan saja.
  2. Buatlah kata sandi nya, agar melindungi file & folder rahasia anda, maka perlu di buatkan kata sandi nya.
  3. Ulangi Kata Sandi yang anda masukkan tadi.
  4. Isikan “Volume Label” seperti “DATA RAHASIA” atau lainnya. Tidak di isi juga tidak masalah. Kali ini, saya mengisinya dengan “Tes File” (tanpa kutip).
  5. Pastikan untuk memberi tanda ceklist pada “Long file names” agar bisa menampung file & folder dengan nama yang panjang. Hal ini bisa di lakukan jika Enkripsi terhadap nama file di aktifkan (ada di langkah selanjutnya).
  6. Pada “File Names”, pilih “AES256-EME”, ini untuk mengaktifkan enkripsi pada nama berkas & folder. Jika anda pilih “Plaintext”, maka Nama File akan terlihat pada Lokasi Folder yang tadinya Kosong tersebut. Ngomong-ngomong, nama enkripsi nya sesuai pada option nya, yakni AES256-EME.
  7. Untuk “Reverse” mungkin di biarkan saja, tidak di centang.
  8. Anda bisa memilih enkripsi untuk Data nya, ada dua pilihan, seperti “AES256-GCM” dan “AES256-SIV”. Untuk kali ini, saya gunakan enkripsi “AES256-GCM” untuk Data/Konten nya.

Terakhir, klik pada button “Create”, maka brankas harusnya bisa di buat secara otomatis.

2. Membuka Brankas

Setelah membuat Brankas nya, kini Anda perlu membuka nya. Berikut di bawah ini caranya:

Cara Mengunci File dengan cppcryptfs
Langkah-langkah membuka Brankas di cppcryptfs.
  1. Pilih Mount Point atau Huruf Drive yang akan di gunakan sebagai Mount Point nya. Kali ini saya gunakan Huruf Drive L:
  2. Tentukan lokasi folder Brankas yang telah anda buat tadi. Kali ini saya gunakan H:Test-cppcryptfs
  3. Masukkan Kata Sandi (Password) yang telah anda buat tadi.
  4. Kalau perlu, centang Read-only jika data/isi di dalamnya hanya dapat di baca, tidak dapat di hapus atau di isikan (di tuliskan).
  5. Klik pada Button “Mount”.
  6. Nanti, anda bisa menampung semua File & Folder yang ingin anda rahasiakan dengan memindahkan semua datanya ke Penampung yang sudah anda “Mount” kan dengan cppcryptfs. Dalam contoh ini, saya bisa memindahkan nya semua data rahasia ke dalam Drive L:, seperti pada gambar berikut.

Untuk menutup Brankas nya, gak perlu saya jelaskan lagi, itu kan sudah jelas-jelas ada Button “Dismount” dan “Dismount All”, kok. Tinggal di klik aja Button nya, simpel, kan? :)

3. Pengaturan cppcryptfs

  1. Biarkan saja default, saya tidak tau fungsi nya untuk apa.
  2. Biarkan saja default, saya tidak tau fungsi nya untuk apa.
  3. Biarkan saja default, saya tidak tau fungsi nya untuk apa. Namun, saya sarankan agar jangan di set terlalu lama, apalagi di set “infinite”, agar data tidak ‘tertahan’.
  4. Bisa di kosongkan, agar cppcryptfs bisa mengenal perbedaan antara huruf besar dan kecil nya (Case Sensitive). Namun, saran dari developer nya agar mencentang opsi ini.
  5. Bisa kamu centang jika ingin mengaktifkan Recycle Bin untuk Brankas Anda ketika nanti di buka. Namun, cppcryptfs harus di buka dengan Administrator.
  6. Bisa kamu centang jika ingin menyimpan Kata Sandi untuk Brankas yang telah kamu buka sebelumnya. Agar kamu tidak perlu capek-capek mengetik Kata Sandi berulang kali untuk Brankas yang sama. Namun, opsi ini akan nonaktif jika “Never save history” di centang.
  7. Bisa kamu centang jika kamu ingin orang lain tidak mengetahui Brankas yang telah Anda buka sebelumnya. Sebagai gantinya, Anda tidak mungkin mengaktifkan opsi “Enable saved passwords” jika ini di centang, karena opsi ini berkaitan dengan privasi.
  8. Kamu bisa menggunakan Pengaturan Bawaan dengan klik pada Button “Defaults”.
  9. Kamu bisa menggunakan Pengaturan yang di sarankan dengan klik pada Button “Recommended”.
  10. Button “Reset Warnings” di gunakan untuk mereset semua warning yang sebelumnya kamu centang “Don’t show this message again” saat dialog Warning berlangsung.
  11. Untuk lebih lanjut mengenai pengaturan nya, silahkan klik disini.

4. Praktik Kompatibilitas dengan Platform lainnya

Jika Anda ingin Brankas yang Anda buat dengan Sistem Berkas GoCryptFS berjalan dengan baik pada Sistem GNU/Linux, begitupun juga Windows dan macOS.

Maka, praktik terbaiknya adalah, buatlah sebuah Brankas menggunakan cppcryptfs di dalam Sistem Operasi Windows Anda. Setelah di buat, Anda bisa mengelola nya secara langsung pada Sistem Operasi GNU/Linux atau macOS, asal terinstall SiriKali + GoCryptFS versi terbaru.

Dengan begitu, Anda bisa mengelola Brankas GoCryptFS di ketiga Sistem Operasi mayoritas dengan baik dan minim masalah.

Nah, itulah cara menggunakan kedua Perangkat Lunak tadi. Artikel ini harusnya sudah berakhir, tapi, di bawah ini ada Pertanyaan yang (mungkin) akan sering di tanyakan. Pertanyaan di bawah ini harus Anda baca sebagai referensi buat Anda sebelum berkomentar. Berikut di bawah ini pertanyaan nya.


VI. Pertanyaan yang (mungkin) akan sering di tanyakan

1. Apakah Folder Brankas bisa di pindah? Kalo bisa, gimana caranya?

Sangat bisa, caranya tinggal kamu pindahkan saja Folder nya seperti biasa. Bahkan, kamu bisa mencopy-paste Folder Brankas ke tempat lain, kalo kamu mau.

2. Apakah Folder Brankas bisa terhapus?

Sangat bisa, tinggal hapus Folder Brankas seperti kamu menghapus folder biasa pada Komputer.

3. Lha, kalo bisa ke hapus atau di pindah orang, berarti gak aman, dong? Kalo ketauan gimana?

Justru itulah kelebihan enkripsi data dengan bermodal Folder sebagai Brankas yang menggunakan Sistem Berkas Terkenkripsi. Enkripsi dengan cara seperti itu sangat fleksibel, mas/mba :)

Kamu juga bisa meletakkan Folder Brankas di mana saja, tanpa harus mengorbankan Disk Space kamu, palingan cuma 1-3 kB yang isinya cuma file konfigurasi saja. Bahkan, kamu juga bisa meletakkannya di dalam Kerumunan File System kalo mau.

Kalo kamu mau merasa lebih ‘aman’, dan meminimalisir celah biar gak ketauan orang, usahakan untuk menggunakan Nama yang tidak mencurigakan pada Brankas nya, serta kamu bisa meletakkan Brankas tersebut di dalam Kerumunan File/Folder agar orang lain tidak mencurigai nya. Kalau nanti di tanyakan sama orang, kan kamu bisa tinggal ‘ngeles’ aja.

Selain itu, lagian kamu kan juga bisa meletakkan File Konfigurasi di tempat manapun, gak harus di dalam Folder Brankas nya, kan?

Yah, pokoknya, tinggal bagaimana caranya kamu pake akal dan kreasi kamu saja. Pikirkan saja lah dengan kreatif, karena sesungguhnya, menyembunyikan itu merupakan sebuah proses kreatif dari seseorang untuk mengamankan sesuatu.

Jadi, Enkripsi seperti ini memberikan peluang besar bagi Anda untuk berpikir kreatif, agar tahu bagaimana cara menyembunyikan sebuah data dengan benar dan aman. Saya yakin pasti Anda bisa memikirkan nya :)

Kalo sudah ketahuan atau sudah terhapus, yah, pasrah saja, dan itulah kekurangan nya. Yah, mau bagaimana lagi?

4. Bolehkah saya hanya menginstall 1 Sistem Berkas saja?

Sangat boleh, kok. Kamu boleh menginstall 1 bahkan semua Sistem Berkas Terenkripsi yang ada, kalo kamu bisa.

5. Kenapa kamu menyarankan SecureFS di bandingkan Sistem Berkas lainnya?

Karena Sistem Berkas tersebut bisa berjalan di beberapa sistem operasi (Cross-Platform). Selain itu, SecureFS juga lebih mudah di install dan di gunakan daripada Sistem Berkas lainnya, karena lebih sederhana pengaturan nya.

6. Kalo alasan nya Cross-Platform, kenapa tidak EncFS saja?

EncFS memang sanggup jalan di beberapa Sistem Operasi, bahkan bisa berjalan di 3 Sistem Operasi Mayoritas (Windows, GNU/Linux dan macOS). Hanya saja, cara instalasi nya di kedua Sistem Operasi tersebut (Windows dan GNU/Linux) harus dengan compile dan build dari source code.

Coba saya tanya lagi, ini-kan artikel udah panjang, lengkap dan banyak amat kalimat nya. Mau gitu jadi lebih panjang lagi artikel nya dan mau susah lagi gegara Compiling EncFS di GNU/Linux, plus di Windows dengan Cygwin nya? Gak mau, kan? Selain itu, EncFS di nilai kurang aman menurut beberapa komunitas dan beberapa Pengembang Sistem Berkas Terkenkripsi lainnya, salah satunya adalah CryFS, karena terdapat beberapa celah yang cukup fatal.

Pengembang EncFS sendiri telah menyadari nya. Namun, mereka tidak bisa memperbaikinya sekarang juga, mereka berencana untuk memperbaiki nya sampai rilis versi 2 yang akan datang, alias menjadi kandidat versi mayor mendatang. Saya sendiri juga tak sabar menunggu versi 2 nya akan seperti apa fiturnya.

Jadi, saya rasa, masih lebih menyarankan untuk menggunakan SecureFS daripada EncFS.

7. Apakah ini 100% aman?

Tentu saja tidak, keamanan itu banyak faktor, di mulai dari Perangkat Lunak nya, sampai keputusan pengguna nya itu sendiri dan masih banyak faktor lain nya :)

8. Apa itu Reverse Mode?

Kalau kamu lihat Video Cara kerja nya pada awal Artikel ini. Kamu pasti paham dengan cara kerjanya, bahwa Folder bernama Rahasia (di GNU/Linux) atau Drive M: (di Windows) menyimpan file/folder biasa, sedangkan folder Rahasia-terenkripsi menyimpan file yang telah di enkripsi dari file/folder yang ada di dalam Folder Rahasia atau Drive M: jika di Windows.

Bagaimana kalo cara kerjanya terbalik? Seperti Folder Rahasia-terenkripsi nya menyimpan file/folder biasa, sedangkan Folder Rahasia atau Drive M: yang menyimpan file/folder yang terkenkripsi? Bisa seperti itu? Tentu saja, bisa!

Nah, itulah Reverse Mode, itu merupakan sebuah mode yang memungkinkan untuk bekerja secara terbalik. Reverse Mode juga merupakan fitur dari Sistem Berkas GoCryptFS dan EncFS. Tidak ada sistem berkas lain nya yang memiliki fitur itu, hanya kedua Sistem Berkas tersebutlah yang memilikinya.

Reverse Mode hanya bisa di lakukan jika Brankas di buat dengan mengaktifkan Reverse Mode, dan menggunakan salah satu dari kedua Sistem Berkas tersebut. Entah apa kasus dan maksud nya untuk menggunakan Reverse Mode seperti ini, tapi yang saya tahu, file/folder yang terenkripsi nya tidak dapat dihapus, di ubah atau di pindahkan, alias hanya dapat di baca. Jadi, ini bisa menjadi pengecoh bagi orang lain yang melihat nya.

Lawan dari “Reverse Mode” adalah “Forward Mode”, yang merupakan cara standar Sistem Berkas untuk mengamankan Data melalui Folder Brankas pada umumnya.

Ngomong-ngomong, cppcryptfs juga mempunyai fitur ini, ya itu wajar, karena ia adalah salah satu implementasi dari GoCryptFS, dengan bahasa pemrograman yang berbeda.

Yah, kira-kira seperti itu :)

9. Sistem Berkas mana yang terbaik?

Tidak ada yang terbaik, semua memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. Namun, saya merekomendasikan Sistem Berkas SecureFS dan GoCryptFS, selain karena Cross-Platform, mereka berdua memang cepat dalam hal kinerja Sistem Berkas. Selain itu, kedua Sistem Berkas tersebut memiliki Opsi yang mudah dan sederhana.

10. Bagaimana dengan CryFS? Kan, Cross-platform sekarang?

Mungkin akan saya bahas nanti, saya tidak sempat membahas nya karena:

  1. Saya baru tahu kalo CryFS bisa Cross-platform, karena nulis artikel ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, jadi saya tidak selalu up-to-date dalam informasi.
  2. Kalopun tahu, CryFS di Windows masih Experimental. Jadi, saya belum bisa membahas apalagi menyarankannya, karena bisa beresiko terhadap data yang Anda sembunyikan.
  3. Kinerja CryFS terlalu lambat, karena setiap kita menyalinkan berkas ke dalam Brankas nya, maka secara otomatis CryFS akan membelah file menjadi file-file yang berukuran kecil sebelum di enkripsi. Tapi, ini cocok bagi Anda yang terlalu paranoid.

Kalo kamu masih mau menginstallnya sekarang, gampang kok, silahkan kunjungi saja website resmi nya. Lalu, klik pada “Download”, disitu nanti akan di jelaskan cara menginstall nya juga.

Oh, iya, jika Anda menggunakan cppcryptfs di Windows, yang mana perlu menginstall Dokany dan Anda sudah menginstallnya. Maka, sebaiknya Anda jangan Install Dokany lagi, karena Anda sudah melakukan nya juga.

11. Bisakah saya mem-backup Folder Brankas saya?

Sangat bisa, Enkripsi seperti itu memang di desain untuk bisa mem-backup, baik dengan metode manual, sampai memanfaatkan Fitur Sync pada Layanan Cloud Storage (seperti Google Drive, DropBox, dll). Tapi, saya belum pernah backup brankas nya, hihi :-P

12. Apa perbedaan “Lite Format” dan “Full Format” di dalam SecureFS? Mana yang lebih baik?

Saya tidak tahu secara pasti perbedaan antara kedua Format di dalam SecureFS. Tapi, yang jelas, perbedaan antara keduanya yaitu Lingkupan Enkripsi dan Kecepatan nya.

Kalau “Lite Format” secara sederhana nya, itu hanya mengenkripsi file/folder dan nama file/folder secara terpisah. Format ini menjadi Format Default, selain karena kecepatan nya, format ini di nilai minim masalah atau memiliki resolusi konflik yang lebih mudah, terutama di gunakan dengan Layanan Cloud Storage seperti DropBox, Google Drive, dll.

Sedangkan “Full Format” ini mengenkripsi semua nya, termasuk direktori dan symlinks. Format ini cenderung lebih lambat daripada “Lite Format”, namun Format ini lebih aman daripada “Lite Format”.

Mana yang lebih baik? Tergantung kebutuhan kamu, kalo menurut saya, mungkin saya sarankan untuk menggunakan “Lite Format”.

13. Kenapa tutorial di dalam artikel ini terlihat ‘ribet’ sekali?

Kalo ribet saat instalasi, memang iya, tapi sebenarnya gak terlalu ribet-ribet amat. Toh, udah saya kasih tahu intinya di awal artikel ini, biar kamu bisa ngikutin.

Kalo mengenai kenapa sangat banyak yang di bahas di dalam Artikel ini, hal ini di karenakan:

  1. Anda pasti kurang familiar dengan Cara ini?
  2. Anda juga pasti kurang familiar dengan Perangkat Lunak yang ada disini?

Nah, karena kurang familiar, dan di pencarian pun juga sepertinya kurang begitu populer cara seperti ini. Ini Artinya, hanya artikel ini saja yang membahas nya dalam Bahasa Indonesia. Ribet? Memang agak ribet di awal, tapi kalau sudah paham, malah menjadi sangat mudah dan ‘ringan’ bagi Anda. Bahkan, Anda pun akan enak akhirnya, apalagi kalau sudah terbiasa, percayalah !

Lagian, artikel ini dari awal sudah saya jelaskan, bahwa sebagian tutorial di dalam artikel ini bukan untuk orang yang awam-awam banget dalam Sistem Operasi GNU/Linux. Boleh saja orang awam ingin ikutan, asal bisa sanggup mengikuti artikel ini saja.

14. Saya menggunakan KDE Plasma, dan menggunakan Dolphin sebagai File Manager? Kok, setiap saya memasukkan Berkas/Folder ke dalam Brankas, malah error “Permission Denied”, dan malah jadi banyak?

Saya tidak tahu secara pasti apa yang menyebabkan error seperti itu. Kalo Anda mengalami error seperti itu, gunakan File Manager Nemo untuk memasukkan File/Folder ke dalam Brankas. Kalo kamu pake Ubuntu LTS dan Turunan nya, cara Install nya mudah, yakni sbb:

$ sudo -- sh -c 'add-apt-repository ppa:embrosyn/xapps; add-apt-repository ppa:embrosyn/cinnamon; apt update; apt install nemo xviewer'

Atau, untuk Ubuntu 18.04 dan Turunan nya (yang update otomatis jika sudah di tambahkan PPA nya, termasuk KDE neon):

$ sudo -- sh -c 'add-apt-repository ppa:embrosyn/xapps; add-apt-repository ppa:embrosyn/cinnamon; apt install nemo xviewer'

Dah, gitu aja caranya. Lagian, install Nemo juga gak banyak dependencies nya, kok. Oh, iya, kamu juga nantinya akan menginstall xviewer, yang bisa di gunakan sebagai Image Viewer untuk Nemo nantinya.

Entah ini kesalahan dari siapa, tapi saya tidak bisa memberikan solusi yang lebih, dan saya juga mengalami error ini sampai sekarang, terutama jika Brankasnya di buat dengan Sistem Berkas GoCryptFS.

Perlu di ingatkan, bahwa cara di atas hanya berlaku untuk yang menggunakan Ubuntu LTS dan Turunan nya saja. Jika Anda menggunakan yang Reguler, silahkan install saja langsung tanpa menambahkan PPA nya.

15. Kenapa kita tidak menggunakan Software lain yang beredar secara gratis (Freeware/Proprietary)?

Saya tidak menganjurkan untuk menggunakan Perangkat Lunak lain yang beredar secara gratis (Alias, Freeware). Ya, hanya ‘gratis’, bukan ‘bebas’. Kenapa? Alasan nya adalah:

  1. Kita tidak tahu apa yang sedang di lakukan oleh Perangkat Lunak tersebut atau apa yang terjadi di dalam Perangkat Lunak tersebut. Karena pada dasarnya Perangkat Lunak seperti itu memang tidak pernah memperlihatkan kode sumbernya.
  2. Bisa jadi, perangkat lunak yang beredar secara gratis itu ada Malware atau Backdoor di dalam nya. Baik itu dari Faktor Eksternal, bahkan dari Internal nya itu sendiri. (Kembali lagi ke No. 1) Walau itu tidak semua, tapi itu bisa terjadi, kan?
  3. Bisa saja bahwa Perangkat Lunak tersebut memiliki Bug yang cukup fatal, tanpa kita sadari. Kalaupun kita tahu bahwa Perangkat Lunak tersebut memiliki Bug yang cukup fatal, namun yang bisa memperbaiki nya hanyalah Developer itu sendiri. Kita sebagai pengguna tidak bisa melakukan apapun selain mendonasikan sejumlah uang, kopi atau rokok kepada Developer. Atau, memberikan “genjotan” untuk mendukung Developer tersebut, agar mereka bisa memperbaikinya dan menunggu update. (Kembali lagi ke No. 1)
  4. Terkadang, Perangkat Lunak seperti itu melarang pengguna nya untuk menggandakan, membagikan/mendistribusikan ulang kepada orang terdekat, dan bahkan di jadikan sebagai keperluan komersil. Hal tersebut tercantum di dalam Lisensi nya. Dan, yap, itu merupakan tindakan Anti-sosial kalo Anda ingin menuruti nya.
  5. Alasan tidak Cross-Platform juga termasuk, karena kebanyakan Perangkat Lunak seperti itu yang beredar hanya bisa di jalankan oleh Windows. Kalopun yang seperti itu ada di dalam Sistem Operasi/Platform lain, pasti beda lagi nama Perangkat Lunak nya dan Fungsi serta Fiturnya, dan tentu saja, Developernya juga beda lagi.

Nah, itulah alasan kenapa saya lebih suka menggunakan Perangkat Lunak Bebas/Free Software, ketimbang menggunakan Perangkat Lunak Freeware untuk solusi seperti ini. Apalagi, ada beberapa Sistem Berkas Terkenkripsi yang sudah di audit keamanan nya, seperti GoCryptFS.

16. Artikel tentang cara menyembunyikan file/folder banyak yang beredar di Internet. Lalu, kenapa saya harus mengikuti artikel ini?

Menyembunyikan memang termasuk dalam proses pengaman file. Dan, cara menyembunyikan file/folder yang beredar di Internet memang benar adanya. Namun, cara seperti itu tidak mengunci dan mengenkripsi sejumlah file yang di sembunyikan.

Lagian, artikel ini kan topiknya “Cara menyembunyikan dan mengunci” bukan “Cara menyembunyikan”. Adapun alasan nya kenapa harus menguncikan file yang di sembunyikan dengan metode seperti ini, sbb:

  1. Agar orang lain tidak tahu apa isi dari file tersebut: Ya, orang lain tidak akan tahu apa isi dari file tersebut, karena file tersebut telah di enkripsi/di kunci. Maka, secara otomatis, file pun tidak akan bisa di buka atau di ketahui isinya, bahkan jika di rename sekalipun, kecuali si pemilik kunci tersebut.
  2. Agar tidak repot-repot untuk membalikkan file seperti semula hanya untuk membuka nya: Jika Anda hanya menyembunyikan file, terutama dengan menghidden dan merename file, pasti repot kan kalau mau membuka file tersebut? Apalagi kalau sampai lupa jenis file/ekstensi nya apa.
  3. Agar Anda tidak perlu merubah-rubah file lagi: Jika Anda menyembunyikan file, kalo mau lebih aman, pasti Anda harus mengakali nya dengan merubah nama file dan atribut nya, kan? Apakah yang seperti itu tidak merepotkan kamu? Apalagi kalau file nya berjumlah banyak.
    Hal seperti ini bisa di hindari jika kamu meng-enkripsi nya, terutama dengan menggunakan metode seperti ini. Untuk melakukan nya, cukup kamu buat brankasnya, buka brankas, lalu pindahkan file nya kedalam brankas. Perangkat Lunak akan secara otomatis meng-enkripsi file Anda, bukan cuma itu, bahkan Nama File dan Metadata nya saja bisa di Enkripsi. Dan, lokasi brankas bisa di mana saja, bisa di pindah bahkan di salin kemana saja, ini sangat fleksibel.
    Jadi, kamu gak perlu repot-repot merubah file lagi jika ingin menyembunyikan nya.
  4. Lebih cepat dan gak buang-buang waktu, serta tenaga: Melakukan penyembunyian file saja + mengakali nya itu membuang waktu dan tenaga kamu. Jika kamu mengenkripsi nya, kamu tidak perlu buang-buang waktu dan tenaga lagi untuk mengakali nya supaya aman.

Jadi, Apa alasan nya harus mengikuti artikel ini?

Mengenai kenapa kamu harus mengikuti artikel ini adalah:

  1. Mengajarkan kepada Anda mengenai cara mengamankan file dengan benar dan sejelas mungkin.
  2. Memberitahukan kepada Anda, bahwa ada Enkripsi dengan metode Folder biasa yang di jadikan Brankas, yang mana itu lebih efektif dan efisien, serta fleksibel daripada menggunakan Berkas Brankas seperti halnya VeraCrypt dan Folder Lock.
  3. Memberitahukan kepada Anda, bahwa Menyembunyikan + Mengunci File/Folder itu lebih baik daripada Menyembunyikan File/Folder saja dalam segi keamanan.
  4. Memberitahukan kepada Anda, bahwa Anda tidak perlu membuang waktu serta tenaga hanya karena ingin menyembunyikan File/Folder.

Dah, itu saja alasan nya. Meskipun pada awalnya sulit dan agak ribet, tapi percayalah, bahwa pada akhirnya akan menjadi sangat mudah.

Well, saya sudahi terlebih dahulu untuk sesi pertanyaan dan jawaban nya, jika ada pertanyaan lain, silahkan untuk berkomentar di dalam kolom komentar yang di sediakan. Artikel ini akan saya akhiri disini, jika Anda masih ingin melanjutkan nya, silahkan ke bagian Penutup :)


VII. Penutup

Terima kasih bagi Anda yang membaca Artikel ini. Mohon maaf jika ada kesalahan pada artikel ini, di mulai dari salah ketik, gak jelas/ngawur, sampai membuat Anda tersinggung. Saya tidak ada maksud untuk menyinggung Anda secara pribadi, saya hanya meluruskan kesalahpahaman yang sering terjadi saat ini melalui artikel ini.

Yah, wajar saja sih jika ada kesalahan dari Artikel ini, karena untuk menulis artikel ini saja membutuhkan waktu yang sangat lama dan banyak sekali yang di bahas. Lamanya ini karena saya meriset terlebih dahulu sebelum menerbitkan artikel seperti ini dan mempertimbangkan banyak hal, termasuk pengenalan Anda terhadap cara/metode dan perangkat lunak ini.

Saking banyak dan lamanya, saya saja ‘mungkin’ bisa jadi tidak mengecek semua kata atau kalimat yang ada di dalam artikel ini. Tapi, tolong kritik dan saran nya jika kalian menemukan suatu kesalahan di dalam artikel ini.

Dan, maafkan juga jika artikel ini panjang banget dan banyak sekali yang di bahas. Bahkan, artikel ini mencapai 9913 kata.

Jika Anda memiliki kritik dan saran, ada pertanyaan bahkan sekedar mau bilang “Hi” dan “Nyimak”, bisa anda lakukan itu di kolom komentar. Anda tinggal ikuti saja aturan sebelum berkomentar, lalu komentar anda akan di terima dengan baik.

Sudah sekian untuk artikel yang saya bagikan ini, dan semoga bermanfaat untuk anda. Terima Kasih ^_^

int(1) int(1) /* */

Pin It on Pinterest

Adblock Terdeteksi

Tolong Hargai Kami yang sudah susah payah untuk menulis artikel dengan mematikan Adblock anda, Terimakasih